Laman

Senin, 18 Juni 2012

Meminjam Istilah "Nabi"

     Ternyata di Indonesia kini sudah marak isu penyeragaman ideologi atas nama Agama tertentu. Ini yeng merupakan akar masalah yang sebenarnya bisa di dialog kan tanpa harus melakukan sindiran satu sama lain. Bahkan terjadi kekerasan atas nama Agama tertetnu.

     Kekerasan dimulai dengan menyebut Golongan Ahmadiyyah adalah Kafir dan harus diperangi dan dibinasakan. kemudian penggusuran Jemaat GKI Yasmin serta pembakaran tempat-tempat Ibadah. Makin jelas negara ini gagal membina kerukunan antar umat beragama dan penganut lainnya.

    Makin kacau lagi banyak budaya kita katanya diklaim orang lain..? hahaha.... yang saya tahu mereka coba lestarikan Budaya itu, aneh ya...kita yang gak peduli sama sekali tiba-tiba peduli. Aneh..aneh....

    Papua membara.....padahal yang rakyat Papua tuntut adalah KEADILAN KESEJAHTERAAN BAGI ALAM DAN RAKYAT TANAH PAPUA. Nah apakah kita sudah memenuhi tuntutan rakyat Papua tersebut..? Aaah Jangan-jangan kita juga sama-sama gak mau peduli, dan baru peduli dan seolah kita ikut merasakan penderitaan rakyat papua. Selama ini kemana kita..? Tidur..?
  
    Indonesia memang mesti punya "Nabi" yang bisa mempersatukan semua potensi Alam, manusia dalam kerangka bernegara. Kondisi sosial, ekonomi, politik, dan hukum yang tak begitu jelas memposisikan rakyatnya, akhirnya membuat negeri ini hampir punah.

    4 Pilar Berbangsa dan bernegara ( Pancasila, UUD1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika ) yang digaungkan para pimpinan MPR baru sebatas kerja berdasarkan perintah anggaran dewan itu sendiri. Bagaimana tidak, apa yang telah dilakukan oleh para pimpinan MPR hanya sebatas pergi ke semua tempat hanya untuk mewacanakan 4 Pilar berbangsa dan bernegara itu. Aplikasi dan implementasi dari 4 pilar ini belum dilakukan rakyat.

    "Nabi" disini bagi saya bukan sosok orang, namun sebuah kutur, cara pandang, dan cara berfikir dan bertindak sebuah bangsa. Bagaimana nasib toleransi, keberagaman, keramahtamahan, musyawarah dan keadilan ini berlaku di negara Indonesia yang kita cintai bersama.

    "Nabi" disini lebih tepatnya sosok sebuah prilaku bangsa....yaa Kita mesti meminjam istilah "Nabi" agar bangsa ini keluar dari semua keterpurukan yang ada.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar