Laman

Kamis, 19 April 2012

Sepakbola ku Sudah Renta

     Dirgahayu PSSI ke 82 19 April 1930, sepertinya Sepakbola kita sudah tua, renta, dan tak bertenaga. Hal itu jika dianalogikan dengan umur manusia. Namun jika dilihat dari usia Prestasi seharusnya dengan usia yang begitu tua, sudah selayaknya mengoleksi Piala dengan bermacam "gaya".
     Usia yang pantasnya dipanggil "Mbah, Kakek, Nenek...", yang menandakan sudah pernah memiliki "kedewasaan" dan selayaknya berkibar di usia senjanya. PSSI bukanlah seonggok kendaraan tua, manusia tua, barang tua, namun PSSI adalah sebuah Federasi Sepakbola tertinggi di Tanah Air tercinta Indonesia Raya.
      Prestasi itu sebenarnya akan datang ketika, PSSI yang saat ini menampilkan Ketua Umum yang baru hasil pilihan yang demokratis, dan lahir di era yang benar-benar baru, dan memiliki visi misi yang "Idealis", yaitu ingin membawa Negara ini menjadi Tuan rumah bagi Sepakbola nya sendiri. Dan Mengukir Prestasi tinggi.
      Harapan tinggi memang sudah disematkan kepada Pengurus baru yang benar-benar Fresh dan masih "suci', karena di era yang sudah-sudah, yang ada cuma setumpuk proyek mercusuar, yang high class tanpa ada research yang mendalam. juga tak pernah ada masterplan yang jelas. Namun diera yang dulu pernah ada sebauh "tekad" maju ke Piala Dunia. Namun "angan-angan" itu menjadi sia-sia diawang-awang. Mengapa....Prestasi tak pernah ada, malah sempat tak pernah kirim ke Sea Games dan Asian Games. Namun malah menjadi "proyek" dari seorang "oknum" petingginya.
     Dari kemuakan yang sudah menumpuk di dada para insan sepakbola tanah air, telah lahir era baru di tubuh PSSI saat ini. Mereka dengan niat yang paling hakiki, yaitu "Mencintai Sepakbola hanya untuk Tanah Air Indonesia Raya".
     Era yang sekarang ini tak ubahnya para supir muda dengan sebuah bis tua yang hampir mogok, dan mereka pelan-pelan bisa menjalankan dan memperbaarui mesinnya dengan yang baru, jadi walaupun bis tua yang kusam, tapi punya nyali bersaing yang "hebat".
     Era sekarang bertekad mengembalikan memainkan sepakbola dengan dasar yang benar, bukan tipu muslihat, dan rekayasa. Program utama mereka adalah pembinaan usia dini yang berjenjang. Ini ditandai dengan munculnya Timnas-Timnas Usia Muda yang berhasil dibentuk untuk penunjang kepada Timnas Senior nantinya.
     Essensi ini lah yang menjadi modal kuat PSSI Reform untuk membuat Sepakbola Indonesia berjaya. Bermain sepakbola dengan baik di usia dini akan membentuk pemain yang benar-benar bisa bermain bola. Di usia dini bisa tanamkan Fair Play. Jadi gak akan pernah ada lagi nantinya kita melihat adegan bermain bola dengan gaya "Pencak Silat".
      Semoga di usia yang sudah renta ini Sepakbola Indonesia menjadi sepakbola bercita rasa Asia yang khas Indonesia, seperti halnya bergaya "Brazil, Jerman, Spanyol, Inggris, dan lainnya". Doa kami semua insan sepakbola Indonesia agar '' PSSI menjadi kiblat sepakbola di Asia ''. DIRGAHAYU PERSATUAN SEPAK BOLA SELURUH INDONESIA''. Bravo...PSSI.
     
     

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar