Laman

Senin, 05 November 2012

PERSIB di hati bukan di KPSI

"PERSIB nu aink....PERSIB nu aink....!"
(Teriakan para Bobotoh membahana diseantero Stadion Siliwangi Bandung)

Ligina I (Liga Indonesia 1) Gelaran Kompetisi bergengsi di tanah air yang menggantikan Gelaran Sepak Bola Divisi Utama PSSI kala itu, itu sekitar Tahun 90-an.

Panitia Pelaksana Gelaran Hajat itu adalah Mayor Jenderal TNI Agum Gumelar. Orang sunda dan berasal dari tanah sunda. Kala itu PERSIB Bandung menjuarai Turnamen Sepakbola Bergengsi di Tanah Air. Itu Gelaran akbar Sepakbola Nasional.

Seluruh Masyarakat di tataran tanah Sunda bersuka cita, yaaa PERSIB Bandung sudah menjadi ikon kebesaran sepakbola masyarakat Jawa Barat. Gelar Bergengsi dimana itu adalah Turnamen yang diikuti seluruh Klub Sepakbola di Indonesia.

Saya ketika itu sangat berapi-api menyemangati Tim kesayangan yaitu PERSIB Bandung. Sangat elegan, gagah dan berbangga hati.

Kini PERSIB Bandung masuk dalam masa kategori kembang kempis, miskin gelar. Turnamen Profesional di Tanah Air yaitu Liga Super Indonesia, PERSIB seakan hanya mampu berpredikat Tim papan atas tanpa gelar.

Ini merupakan fenomena tersendiri, dimana PERSIB adalah Klub Besar dengan segudang Prestasi dimasa yang dulu ( duluuuuu banget). Para pemain PERSIB adalah langganan Tim Nasional, sebut saja Legenda Robby Darwis, adalah Libero handal Tim Nasional Indonesia yang merupakan Produk Asli PERSIB Bandung.

Kemarin suka cita saya kembali memuncak, walau tak "se-heboh" dahulu, mengapa..? PERSIB Bandung adalah Tim Pertama yang membuka Turnamen Indonesia Premier Leuage (IPL) dimana itu adalah gelaran Kompetisi Full Profesional, dan PERSIB sudah masuk kategori Klub Sehat secara Finansial dan Klub Profesional, setidaknya dalam kurun waktu 3 Tahun terakhir. Kompetisi IPL adalah Kompetisi Baru yang dikelola dibawah lisensi PSSI yang baru terbentuk ketika itu.


Namun karena ada masalah yang "dibuat-buat", oleh La Nyalla Matalitti akhirnya Gelaran Kompetisi menjadi 2 versi yaitu IPL dan ISL, nah PERSIB akhirnya memilih hengkang dari gelaran IPL dan bergabung di Kompetisi ISL yg digagas oleh Djoko Driyono dan di back up oleh La Nyalla Mataliti dan Bakrie Group ( ANTVE, VIVAnews, Nirwan D Bakrie cs).

Di ISL pun PERSIB tak berhasil menjadi kampiun Liga Super Indonesia, PERSIB selalu berkutat di papan tengah dan sesekali di papan atas. Padahal Bintang2 Timnas berada di Tim, sebut saja Atep, Gonzales, Maman Abdurrahman, Nasuha dll.

Seiring Konflik yang sengaja di buat oleh kelompok Status Quo yang selalu ingin mengambil alih Federasi PSSI dengan mengatasnamakan Menyelamatkan Sepak Bola Indonesia mereka membentuk KPSI yang diketuai oleh La Nyalla sendiri, dimana La Nyalla adalah anggota Exco PSSI yang memprotes gelaran jumlah anggota IPL dan status Klub, yang tergabung di Kompetisi IPL.

Motif mereka akhirnya jelas, mereka menginginkan Sepakbola Indonesia di Banned, PSSI dibekukan sehingga mereka bisa masuk kembali menjadi Pengurus PSSI dimana mereka rupanya sangat mengetahui kenikmatan keuasaan dan uang semasa mereka berkuasa dulu.

Padahal, Prestasi sepakbola Indonesia dibawah mereka ( Nurdin Halid dan Nirwan D Bakrie cs) tak pernah memberi gelar Juara apapun dikompetisi apapun yang di ikuti Timnas. AFF cuma Runner Up, Sea Games cuma runner-up. Tetapi mereka berkilah merekalah yang paling berjasa dengan sepakbola Indonesia. Ini adalah propaganda kamuflase belaka.

Kembali kepada Klub kesayanganku PERSIB "Maung" Bandung. Kemarin menjuarai Turnamen Celebes Cup II, saya yang tak pernah mempersoalkan lagi ttg Turnamen, saya berpikir ingin menyaksikan Progress Tim PERSIB yang kini dihuni Firman Utina, M Ridwan, Maman Abdurrahman dan Pemain Asing yang katanya oke punya.

Dari Komposisi Pemain, PERSIB kini merupakan Tim yang patut dibanggakan, juga kembalinya Pelatih yang mantan pemain PERSIB Bandung era gelaran Perserikatan dulu yaitu Jajang Nurjaman.
Dan ternyata mimpi saya melihat PERSIB Juara akhirnya menjadi kenyataan. PERSIB menjuarai Turnamen Celebes Cup II yang diikuti oleh hanya 4 Tim/Klub yaitu Makaassar United (MU), Barito Putra, Sriwijaya FC dan PERSIB Bandung sendiri.

Suka cita saya akhirnya terusik dan benar-benar dibuat malu bukan kepalang. Apa sebab...?
Turnamen Celebees Cup ini bukan Turnamen Resmi gelaran PSSI. Karena sejak awal, turnamen ini tak dihadiri oleh para petinggi PSSI. Ternyata Turnamen Celebes Cup II ini adalah gelaran Turnamen Lokal di Makassar. Pantas saja Logo Turnamen Celebes Cup II ini bergambar pulau Makassar (Sulawesi). Usut punya usut ternyata Turnamen Celebes Cup I ini digelar bertujuan untuk menjaring potensi anak muda  Makassar untuk dibina menjadi sebuah Klub Makassar yang sangat tangguh.

Ini artinya Celebes Cup ini diperuntukkan Klub amatir lokal di wilayah Makassar. Turnamen ini adalah Turnamen Kebanggaan warga Makassar. Nah gelaran Celebes Cup ini dibajak oleh salah satu Exco PSSI yang kita semua sudah tahu bahwa beliau berafiliasi kepada KPSI bukan kepada Federasi Sepakbola yang resmi yaitu PSSI.

KPSI menunggangi Turnamen wadah klub amatir di Makassar untuk memanipulasi menjadi Turnamen yang seolah-olah Turnamen Besar dan Bergengsi. Dan menjadi ajang Turnamen Pra musim mirip-mirip yang digelar di negara-negara Eropa.

Nah...inilah hal yang membuat saya kecewa dan ironis, sekaligus miris. Bagaimana mungkin Klub sebesar PERSIB Bandung mau tampil di gelaran yang diperuntukkan Klub-Klub amatir untuk daerah lain. Bukankah PERSIB punya kompetisi lokal yang juga mumpuni dan bergairah selama ini..?

Sekali lagi Tim PERSIB masuk perangkap agenda Propaganda KPSI, dimana KPSI memang ingin mengangkat Turnamen ini sekelas Turnamen besar lainnya. Di Makassar sendiri masyarakatnya menolak jika Turnamen ini dibuat berseri, rencananya Celebes Cup III akan diadakan Bulan Desember di Malang Jawa Timur. Sebenarnya Kompetisis itu awalnya dilaksanakan di Makassar yang diikuti oleh Klub Amatir Makassar yang dimenangkan oleh Makassar United. Dan Suppoorter di Makassar sangat antusias. Namun entah mengapa Celebes Cup yang ke-2 diadakan diluar Makassar. Aneh dan tak masuk akal.

Orang-orang di Makassar sebenarnya geli melihat gelaran itu, karena selama ini yang mereka tahu itu adalah Kompetisi Lokal kebanggaan Masyarakat Makassar yang diikuti Klub Amatir di Makassar. Maka selama Celebes Cup itu menjadi agenda KPSI maka warga Makassar sepakat untuk menolak Celebes digelar di Makassar. Warga Makassar menghimbau agar KPSI membuat nama Turnamen sendiri tanpa "membajak" nama gelaran Celebes Cup.

Untuk itu saya menghimbau kepada mesyarakat Jawa Barat, agar mendesak manajemen PERSIB mengembalikan Piala Turnamen Celebes Cup II ini kepada warga Masyarakat Makassar dengan senantiasa bersikap mendukung kemajuan Klub-Klub Lokal amatir diseluruh daerah di Indonesia.

Dan agar dihentikan "Claim Your Victory" bahwa itu masuk kedalam hitungan gelar bergengsi yang di raih Klub sebesar PERSIB. Bagi saya PERSIB lebih baik berbenah untuk musim Kompetisi Tahun depan, tanpa pusing dan bersuka cita menikmati Gelar Juara Turnamen Klub Amatir Lokal milik warga Makassar.  Era atuh euy... maeunya atoh ku Piala batur....!

Semoga PERSIB tak menjadi olok-olokan, karena PERSIB sudah selayaknya menjadi Tim Besar yang sejajar dengan Tim-tim/Klub di Asia. Turnamen Liga Champion Asia itu yang paling pantas untuk diikuti Klub sekaliber PERSIB... semoga... Bravo PERSIB... Bravo PSSI... Bravo Tim Nasional.



 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar